Terbit Scopus Letter to Editor Bersama Mandalika Institute
Menerbitkan artikel Letter to Editor di jurnal bereputasi, terutama yang terindeks Scopus, menjadi salah satu strategi efektif bagi peneliti untuk meningkatkan rekam jejak akademik. Format tulisan yang singkat, fokus pada isu tertentu, serta proses publikasi yang relatif lebih cepat membuat Letter to Editor semakin diminati, baik oleh peneliti pemula maupun penulis berpengalaman. Meski demikian, banyak yang masih belum memahami bagaimana cara menulis Letter to Editor yang memenuhi standar internasional hingga akhirnya dapat terbit di jurnal Scopus.
Melalui artikel ini, kita akan membahas secara ringkas apa itu Letter to Editor, mengapa jenis artikel ini penting, serta langkah-langkah yang dapat membantu penulis memaksimalkan peluang diterima di jurnal bereputasi. Pendekatan yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas tulisan, tetapi juga mempercepat proses publikasi dalam ekosistem akademik global.
Terbit Scopus Letter to Editor
Letter to Editor (LTE) adalah jenis artikel ilmiah yang bersifat singkat, kritis, dan fokus pada satu isu tertentu. Biasanya ditulis untuk menanggapi artikel yang sudah terbit, memberikan perspektif baru, mengoreksi kekeliruan, atau menambahkan informasi penting. Meski pendek, LTE tetap melalui proses editorial dan penilaian kualitas, sehingga posisinya di jurnal ilmiah tetap diperhitungkan.
Pada jurnal yang terindeks Scopus, Letter to Editor sering menjadi ruang diskusi akademik yang dinamis. Penulis dapat menunjukkan pemahaman mendalam terhadap topik tertentu, sekaligus membangun reputasi sebagai akademisi yang aktif terlibat dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Perbandingan Letter to Editor vs Artikel Ilmiah Reguler
| Aspek | Letter to Editor (LTE) | Artikel Ilmiah Reguler |
|---|---|---|
| Panjang Tulisan | 300–1.000 kata | 4.000–8.000 kata |
| Kebutuhan Data Riset | Tidak wajib, lebih berfokus analisis kritis | Wajib, harus ada data penelitian lengkap |
| Waktu Review | Cepat (1–4 minggu) | Lebih lama (2–6 bulan) |
| Biaya Publikasi | Biasanya gratis / tidak ada APC | Banyak jurnal mengenakan APC |
| Tujuan Utama | Menanggapi artikel, memberi koreksi, atau opini ilmiah | Menyajikan hasil penelitian asli |
| Tingkat Kompetisi | Moderat (lebih longgar dibanding artikel penuh) | Tinggi, lebih selektif |
| Peluang Terbit | Lebih besar jika argumen kuat dan relevan | Bergantung kualitas metodologi dan kontribusi ilmiah |
| Cocok untuk Pemula? | Sangat cocok | Perlu pengalaman riset yang cukup |
Mengapa Letter to Editor Layak Menjadi Pilihan untuk Terbit Scopus?
-
Proses review lebih cepat
Karena panjangnya terbatas dan fokus pembahasannya spesifik, editor dan reviewer dapat menilai dengan lebih efisien. -
Cocok untuk peneliti pemula
LTE tidak membutuhkan data penelitian sendiri, melainkan analisis kritis terhadap karya lain. -
Meningkatkan sitasi dan visibilitas
Letter Anda dapat dibaca penulis artikel asli, peneliti di bidang terkait, dan pembaca jurnal, sehingga peluang disitasi tetap tinggi. -
Biaya publikasi biasanya rendah atau gratis
Banyak jurnal Scopus tidak membebankan Article Processing Charge (APC) untuk LTE.
Kesimpulan
Menerbitkan Letter to Editor di jurnal terindeks Scopus merupakan peluang strategis bagi peneliti yang ingin meningkatkan reputasi akademik tanpa melalui proses penelitian panjang. Dengan format tulisan yang ringkas, fokus pada satu isu, serta proses review yang relatif cepat, LTE menjadi pilihan efektif untuk memasuki dunia publikasi internasional.
Kunci utama keberhasilan terletak pada kemampuan penulis dalam memberikan analisis kritis yang kuat, mengikuti pedoman jurnal secara tepat, serta menjaga etika akademik dalam penyampaian argumen. Jika dilakukan dengan benar, Letter to Editor bukan hanya berpotensi terbit lebih cepat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap diskusi ilmiah di tingkat global.








